Search This Blog


Memberi hutang harta atau wang kepada orang lain merupakan suatu perbuatan terpuji yang dianjurkan oleh Islam, dalam hadis Nabi SAW bersabda; “Barangsiapa yang melapangkan seorang mukmin dari kedurhakaan dunia, maka Allah SWT akan melapangkan untuknya kedukaan akhirat.” Selain itu, terdapat beberapa syarat kepada penghutang dan pemiutang yang dianjurkan dalam islam; 1. Hutang Tidak Boleh Mendatangkan Keuntungan Bagi si Pemberi Hutang. Dalam berhutang, jika sesuatu proses hutang itu dilihat membebankan sebelah pihak sahaja maka ianya adalah dilarang sama sekali. Jika setiap hutang yang membawa keuntungan juga hukumnya adalah riba. Ingat, hutang adalah untuk mengurangkan beban bukan membebankan! 2. Mencatat Perkara-perkara Hutang Mencatat perkara-perkara berkaitan hutang-piutang adalah untuk memudahkan kedua-dua pihak agar tidak berlaku salah faham dan permusuhan di kemudian hari. Ini kerana tidak ada hutang yang selesai begitu saja kecuali diikhlaskan oleh pemberi hutang. Seperti yang dijelaskan dalam al-Quran, “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya.” al- Baqarah: 282 3. Berniat dan Berazam untuk Membayar Hutang Sama ada sedikit atau banyak, bertekadlah untuk membayar hutang kita itu. Tidak kiralah secara beransur-ansur atau apa-apa cara sekalipun. Tunjukkan usaha untuk membayarnya bukan berdiam diri atau melarikan diri dari pemberi hutang. Jangan! Sangat dilarang jika seseorang yang berhutang berniat untuk tidak membayar hutangya. Bukankah hal ini boleh disamaertikan sebagai seorang pencuri? “Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri.” Hadis Riwayat Ibnu Majah 4. Membayar Hutang dengan Segera “Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran hutang.” Hadis Riwayat Bukhari dan Abu Daud Ini sudah jelas menunjukkan bahawa sebaik-baiknya orang adalah yang paling baik dalam membayar hutang. Dengan itu, jika berhutang bayarlah dengan segera (jika berkemampuan). Jangan ditunggu sehingga ditagih dan diminta dahulu, tapi jadilah orang yang menepati waktu dalam berhutang. 5. Tidak Menunda Membayar Hutang Menunda-nunda membayar hutang boleh disamakan dengan orang yang zalim dan menindas. Walaupun pemberi hutang itu adalah orang yang kaya-raya, hutangnya wajib dibayar. Bahkan, tanpa kita tahu pemberi hutang itu juga memerlukan wang tersebut. “Menunda-nunda (pembayaran hutang) bagi orang yang mampu adalah kezaliman.” Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim 6. Jangan Berjanji dan Menipu untuk Membayar Hutang Sekiranya tidak mampu untuk menunaikan hutang dalam masa tertentu, jangan berjanji! Sesungguhnya, apabila seseorang berhutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari..” Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim Oleh itu, dalam berhutang jangan menjanjikan sesuatu hal yang membuat orang berharap. Jangan berikan harapan palsu kepada pemberi hutang. 7. Doakan Pemberi Hutang Doalah kepada kebaikan akan pemberi hutang itu sebagai hadiah dan balasan kerana membantu dalam memberikan hutang kepada kita. “Barangsiapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak mendapati apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya hingga engkau menganggap bahawa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya.” Hadis Riwayat Ahmad dan Abu Dawud Hutang adalah sesutau yang wajib dibayar, jangan dipandang hal ini sebagai mudah dan remeh. Jika masih ada hutang berbaki, berdoalah kepada Allah SWT agar dijauhkan daripada lilitan hutang dan berusahalah untuk terlepas daripada belenggu hutang-hutang itu. Hal ini kerana perihal hutang ini akan bersangkutan sehingga kita meninggal dunia kelak; “Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada hutangnya hingga hutangnya dibayarkan.” Hadis Riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, ad-Darimi, dan Ibnu Majah (Sumber:, oleh Rabiatul Adaweeyah)
Baca selanjutnya:


How To Handle Your Worst Patients?!

Patients—can’t live with ‘em, can’t live without ‘em. Am I right? But seriously, sometimes your patients are incredibly positive and easy-going, and other times… not so much. Such is life. But how are you supposed to deal with your worst patients, and still get them the care they need? You want to help them, but it’s not always an easy task. We understand the struggles you go through with some of your more high-maintenance patients, so we’ve brought you some tried and true tips to help you out.

Listen To Them 

If your patient is incredibly anxious about going to the doctor, probably due to some type of braces-related trauma in their past, then actually taking the time to listen to their concerns can do wonders for their confidence. You barely even have to respond to what they tell you. Just listen to them vent, and then say, “Okay, I understand where you’re coming from. Now will you please come out from under that table and take a seat?”

Play Soothing Music

You’ll really have to strike a balance here because the music you play will really set the tone for the day. No, you can’t play Slayer, but don’t drift too far into the Marvin Gaye realm, or you’ll have a lawsuit on your hands. Have Compassion If your walls are thin, it may not be a good idea to let your assistant know what a baby your patient is being. People are scared of weird things. The doctor happens to be one of them. No need to kick them while they’re down.

Reassure Them

An anxious patient is just waiting for something, anything, to go wrong and justify their fears. Be reassuring. Point out the sign on your wall that lets everyone know how many days it’s been since the last workplace accident. “See?” you’ll say, “It’s been four whole days since the last accident. And that guy hardly lost any teeth!”

Bring In Moral Support

Is your anxious patient a child? Well, let mom or dad come in the room with them so they have some support. Of course, you should ask them how old they are several times, and then drop passive-aggressive remarks about how they’re “growing up so fast.”

Show Them A Movie 

Oh, what’s that? You don’t have a way to show your patients movies? You don’t say. Well, if you want an effective way to keep your anxious patients preoccupied during a procedure. It attaches directly onto your dental light, and costs a fraction of what it takes to mount a TV. Simply snap in an iPad Mini or another tablet under 16”, and you’ve got the perfect distraction ready for even your worst patients. Read more at:

5 Things Doctors Should Never Post on Social Media

The popularity of social media has exploded in recent years with 31.24% of all web traffic now coming from social media platforms. According to the New York Times, in April of 2015, the leading social media platform is Facebook with an incredible 1.44 billion users. This immense popularity offers medical professionals some exciting opportunities to improve their patient interaction and profile. Some of the most constructive ways in which physicians can utilize social media include: Better engagement with patients. Answering general questions, responding to feedback, and sharing useful medical resources Promoting medical services Building a stronger profile within the local community Spreading important information about medical conditions, new treatments, and research findings However, you should also be aware of the potential hazards of using social media. Here are 5 things which doctors should never post to social media. 1. Inaccurate Medical Information: When using social media, there are dozens of medical headlines thrown at users each day. The related articles are often full of inaccuracies and distortions of medical research. Medical professionals should avoid republishing, sharing, “liking,” or “retweeting” news stories about medical treatments unless they have completely read the story and have verified its accuracy. If a user finds inaccurate medical information through your social media channel, it can reflect very poorly upon you and your practice. Medical jobs rely upon the distribution of accurate information. It is important for clinicians to realize that millions of people use the Internet to find out more about their condition. Pew Research estimates that more than one-third of Americans have used the Internet to discover what medical condition they or someone else might have. Current and potential patients will find your social media profile and they will assess its content and accuracy. 2. Do Not Post Anything that Violates Patient Confidentiality: The American College of Physicians recommends that doctors be especially aware of the implications for patient confidentiality when using social media. There have been cases of physicians losing their medical license after posting an image on social media that violated patient confidentiality. Even posting an image of a skin rash can be considered a violation of patient confidentiality, so be very careful. Always obtain permission from the patient in writing if you intend to use an image featuring any body part. Avoid talking about specific patients at all on social media unless you have permission to do so. Even if there is no chance that a patient could be identified by what you write on social media, it is considered unprofessional to discuss the specifics of their condition. Be careful when taking photos of yourself while in your practice. There have also been cases where medical professionals have accidentally included the image of the patient behind them while taking a ‘selfie’. Make sure there are no patient health records on display when taking photos in the medical practice and no patients are included in photographs unless they want to be. All professionals in medical jobs and doctors office jobs (nurses, general practitioners, receptionists, surgeons) should keep patient confidentiality in mind when posting to their social media streams. 3. Your Personal Information: You should avoid posting any personal information to your professional social media streams. Posting an inappropriate comment, image or video can tarnish your professional reputation. It also risks a breach in the patient-doctor relationship if patients know too much about your personal life. Put it this way — when you are talking to your patients in a clinical setting would you ever tell them you got too drunk last Friday and had a great time? The American College of Physicians (ACP) and the Federation of State Medical Boards (FSMB) recommend that doctors create separate social media accounts for their professional and personal lives. They also suggest that the professional profile be more visible than any personal one. Medical professionals should assess if the information they put on their social media profile suits the needs of their clients. If you are a general practitioner, it is unlikely that posting about your personal life would be of any benefit to your patients. Always think about the kinds of information your patients and community are interested in. Other staff in doctors office jobs including receptionists and managers should be also careful about the contents of their social media feed. 4. Opinions on Controversial Issues: While using the Internet, many people feel more opinionated and free to speak their mind. They believe the virtual world is not connected to the real one! Unfortunately what you say in the virtual world will most definitely have repercussions in the real world. Any controversial topic or “hot button” topic should be avoided as much as possible,including anything to do with religion, politics, racism, abortion, and gun control. You may see patients leave your practice, get confronted by your current patients, or dissuade members of the community from becoming your patient if they find out that your positions on these volatile issues are diametrically opposed to theirs. 5. Complaints or Rants: Even if you are having a really bad day, it is unprofessional to use social media platforms to complain or rant about your situation. Even if you have a horrible patient or an annoying colleague, don’t use social media as a way to blow off some steam. Everything you write on social media may one day come back to haunt you. If you complain about your boss, the next time you change jobs, a prospective employer might find the comments online. A patient might realize that you were complaining about them on social media! *Remember the golden rule of using social media as a physician — only post information that your patients and community will find useful. Be professional and remember that social media posts have real world outcomes*. Read more at:


Iklan Yang Paling Menakjubkan untuk sebuah kereta...

Kuasa Allah. Dengan air sahaja Allah boleh membinasakan sesuatu.....


Lama tidak Singgah

Hampir 2 tahun blog ini tidak dikemaskini.

Ada perkara yang tidak dapat dielakkan menyebabkan ia menjadi 'beku sementara'.

Insyaallah dalam masa terdekat pengisian akan dibuat mengikut perkembangan semasa.


Kelar Bayi Baru Lahir

ANGGOTA polis membawa mayat bayi perempuan dikelar sehingga mati di asrama sebuah sekolah menengah di Betong, Sarawak, semalam 


Bajet 2012: Bajet Membela Rakyat, Mensejahtera Negara

Bajet 2012: Bajet Membela Rakyat, Mensejahtera Negara

07/10/2011 7:58pm

Teks ucapan Bajet Tahun 2012 oleh Perdana Menteri dan Menteri Kewangan Datuk Seri Najib Tun Razak ketika membentang Rang Undang-undang Perbekalan (2012) di Dewan Rakyat pada Jumaat, 7 Oktober 2011.

Tuan Yang di-Pertua,


Selamat Menyambut Hari Kemerdekaan Ke 48 untuk Sarawak dan Hari Malaysia Ke 48 untuk Seluruh Malaysia

16.09.2011 - Selamat Menyambut hari kemerdekaan untuk penduduk Sarawak, Bumi Kenyalang. Walaupun baru 2 tahun tarikh keramat ini diistiharkan sebagai cuti umum oleh YAB PM, namun ia memberi kesan besar kepada penduduk Sarawak sejak 1963 lagi. Beza dalam 6 tahun, kemerdekaan Tanah Melayu pada 31.08.1957 dan kemerdekaan Sarawak & Sabah serta Singapura atau dalam kata lain pembentukan Persekutuan Malaysia pada 16.09.1963. Singapura keluar daripada persekutuan Malaysia pada tahun 1965 dan menjadi sebuah negara republik.

Semoga negeri Sarawak dan negara Malaysia terus aman dan makmur. Sentiasa dalam lindungan dan keberkatan Allah.


11/9: Nyawa Muslim Vs Nyawa Amerika

A Kadir Jasin

MAAF cakap kalau saya katakan, saya nampak tanda-tanda penjajahan minda yang meluas oleh Barat ke atas sesetengah orang kita, termasuk yang mengendalikan media massa.

Saya rasa mereka begitu terpengaruh dengan diayah Barat berkaitan peristiwa 11/9 hingga mereka membuta-tuli menggunakan label 9/11 yang mengelirukan ramai pembaca, penonton dan pendengar mereka. Ada yang menyangka ia berlaku pada 9-11-2001.


Selamat Menyambut Hari Raya Aidilfitri 2011

Semoga ibadah puasa yang kita lakukan sepanjang 29 hari dibulan Ramdhan yang berakhir hari ini diterima oleh Allah swt.  Semoga lain-lain amalan kita diterima oleh-Nya...

Terasa segar badan setelah 29 hari di 'servis'. Alhamdulillah. semoga 11 bulan yang mendatang badan kita akan kekal segar seperti 29 hari dibulan ramadhan ini.

Maaf zahir dan batin.


Islam di Malaysia : Islam di Luar Negara

Rancakkan dialog antara agama


8/5/2011 8:09:02 AM

Benarkah Islam menjadi ancaman besar sehingga ada usaha besar-besaran di Barat untuk menghapuskannya? Di Amerika Syarikat, ada ahli politik yang mencadangkan pembinaan masjid diharamkan. Ada paderi membakar Quran. Presiden George W Bush pernah menggunakan istilah ‘perang salib’ semasa melancarkan perang terhadap keganasan sejagat, kemudian menghantar bala tentera ke Iraq, Pakistan dan Afghanistan.

Awas Dakyah Kristian

Segelintir pihak Kristian hari ini menjadi semakin berani. Desakan, tuntutan dan ugutan dikemukakan kepada kerajaan, walaupun bilangannya kurang daripada 10 peratus. Peluang keemasan ini dimanipulasikan sepenuhnya dalam keadaan umat Islam negara ini begitu tersepit dengan perpecahan yang melanda. Sebelum ini, mereka mendesak kerajaan menubuhkan kementerian hal ehwal bukan Islam. Tindakan ini begitu mencabar kesucian Islam dan mengundang bahaya kepada kedudukan agama Islam selaku agama majoriti dan agama persekutuan jika dibenarkan.

Kedai roti, kek guna DNA babi berleluasa di Sarawak

Semoga usaha berterusan MIS berjaya meyedarkan pengusaha kedai roti, pengeluar makanan di seluruh Sarawak amnya dan seluruh Malaysia khas tentang betapa pentingnya status halal dalam makanan bagi umat Islam. Bagi pengusaha kek lapis, sesungguhnya apa yang berlaku itu ada hikmahnya.  Sebagai pembeli dan pengguna Islam, sewajarnya kita berhati-hati dalam menentukan apa yang kita, anak-anak, isteri, suami dan keluarga kita makan, pastinya sebenar-benarnya halal. Halal bukan sahaja punca makanan tersebut dari babi atau arak, tapi halal juga kita kena lihat dari sudut mana kita perolehi punca rezeki kita. Bersamalah kita berusaha bagi memastikan setiap apa yang menjadi darah daging dan keperluan hidup kita sebagai penganut Islam itu puncanya adalah HALAL. 100% Halal. Biarlah keberkatan ALLAH melimpahi kehidupan kita. Semoga juga ALLAH melindungi kita semua dari segala bencana dan malapetaka. Amin.

Cerita asal -    2011/08/06 KUCHING: Masyarakat Islam sekali lagi dikejutkan apabila ratusan kedai roti dan kek di seluruh Sarawak disyaki turut menggunakan mentega jenama Golden Churn Creamy Butter yang telah disahkan mengandungi DNA babi oleh Majlis Islam Sarawak (MIS).

Sogok wang gadai akidah & Kemiskinan Membawa Kekufuran. Tahniah JAIS

Dalam perkara ini kita nak salahkan siapa?

Islam menegaskan bahawa 'nakba' kemiskinan itu boleh membawa kekufuran.  Mana perginya mereka-mereka yang melaungkan bahawa mereka adalah pembela Islam, mereka lebih Islam dari orang Islam lain. Sewajarnya mereka melihat permasalahan ini dengan lebih mendalam dan menyelamatkan umat islam supaya tidak lari dari landasan sebenarnya agama Islam, agama yang sebenar-benarnya yang diakui oleh ALLAH swt.


Awas Perangkap Gadis & Imej Seksi

Berhati-hati melayari Internet


SERINGKALI kita melihat pautan-pautan di laman web atau video yang menggunakan imej-imej seksi ketika melayari laman sosial kegemaran seperti Facebook.


Tayyib Al Kisah ..:: Bersih & Nakba orang Melayu ::.. Cerita Rakyat HR....

Maka pada pagi yang mulia ini hamba pun pergilah mengambil bulu ayam dan dakwat untuk mencatatkan surah ini agar anak cucu-cicit kita nanti tidak akan tertanya-tanya; agar cucu-cicit dan piut kita tahu apa yang telah berlaku pada hari Sabtu 9 Julai 2011 di kurun masehi ke-21 ini.


Antara Bersih dan Kotor atau Clean or Dirty; Mana Satu Pilihan Anda.

Tanggal 9/7/2011 akan menyaksikan satu peristiwa yang mungkin mengubah senario politik tanah air. Kejayaan atau kegagalan akan bergantung kepada usaha yang akan diambil oleh pihak bersih dan juga pihak kerajaan. Kedua-dua pihak berusaha untuk memungkinkan pihak mereka memenangi matlamat yang mereka perjuangkan


'Hanya k'jaan PKR boleh pastikan Taib didakwa'

Pengerusi PKR Sarawak Baru Bian tidak percaya bahawa Ketua Menteri, Tan Sri Abdul Taib Mahmud akan didakwa selagi BN menguasai kerajaan pusat